Website Resmi UPTD SMPN 1 BAJUIN

Desa Tanjung Blok IIIA - Bajuin - Tanah Laut - Kalimantan Selatan

"Berilmu, Berakhlak Mulia, Berwawasan Lingkungan, dan Terampil Berlandaskan Iman & Takwa"

KELUARGA ,SEKOLAH , DAN TAYANGAN TV

Selasa, 12 Desember 2017 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 570 Kali

Menilik tayangan televisi Indonesia, menurut survey Nielsen tahun 2015, program drama serial atau sinetron masih meraih rating poin tertinggi dibanding genre program lainnya. Program serial meraih rata-rata 1,7 poin rating, program acara Spesial mendapatkan 1,2 poin rating, program Film dan program Anak-anak meraih 1,1 poin rating dan program Hiburan mencapai 1,0 poin rating. Genre program lainnya seperti Informasi, Berita, Agama dan Olahraga hanya mencapai rata-rata di bawah 1 poin rating. Sinetron sendiri banyak ditayangkan pada waktu prime time, yang berarti tayangan ini banyak yang dikonsumsi oleh penonton Indonesia, baik itu penonton dewasa, remaja, ataupun anak-anak.( http://www.muvila.coml)

Sekedar mengingatkan kepada semua pihak bahwa isi konten penyiaran telah diatur di dalam pasal 36 ayat 1 UU No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran. Menurut pasal tersebut mengatakan "Isi siaran wajib mengandung informasi, pendidikan, hiburan, dan manfaat untuk pembentukan intelektualitas, watak, moral, kemajuan, kekuatan bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mengamalkan nilai-nilai agama dan budaya Indonesia.” Salah satu kewajiban kepada semua pihak yang bergerak dalam bidang penyiaran  untuk membuat dan menyiarkan produknya ke  publik  isinya mengandung pendidikan.

Kenyataan yang kita dapati dalam tayangan televisi swasta  nasional sekarang ini tidak sedikit produk yang mereka siarkan ke publik kurang memperhatikan pendidikannya, lebih banyak hanya sisi hiburannya. Masih segar dalam ingatan kita bersama kasus yang menimpa salah seorang penyanyi dangdut yang melecehkan lembang Negara, Pancasila. Demikian pula dengan beberapa tayangan sinetron yang banyak mendapat kritikan dari masyarakat dan pihak berwenang seperti Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Menurut data KPI, ada sebanyak 250 sanksi yang dijatuhkan oleh KPI pada tahun 2015 dan program sinetron menjadi salah satu program yang mendominasi sanksi tersebut. Pelanggaran sinetron antara lain berkaitan konten kekerasan, kesopanan dan kesusilaan. 

Lalu apa hubungan sinetron telivisi dengan dunia pendidikan, khususnya sekolah ? Banyak tayangan sinetron yang tayang di televisi swasata  nasional mengambil latar belakang kehidupan sekolah, baik itu proses pembelajaran maupun aktifitas sekolah lainnya. Namun, menurut KPI banyak sinetron berlatar sekolah tersebut sering bertabrakan dengan norma pergaulan yang ada dan belum sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis. Jelasnya, ada kontradiksi antara tayangan sinetron yang berlatar belakang dunia pendidikan dengan nilai-nilai pendidikan itu sendiri. Salah satu contoh adegan yang mungkin sering ditonton dalam sinetron berlatar belakang sekolah adanya adegan berpelukan, berciuman, dan bentuk kemesraan lainnya. Perilaku yang kurang pantas ditonton oleh anak-anak tersebut terkesan biasa dan lumrah bagi kehidupan anak sekolah.

Persoalan lainnya masalah jam tayang sinetron di televisi. Penayangan sinetron yang berlatar belakang sekolah di beberapa daerah bersamaan waktunya dengankegiatan anak belajar di rumah. Tayangan sinetron yang menjadi primadona beberapa televisi swasta nasional selain memberikan hiburan untuk keluarga tetapi juga dapat menjadi alasan anak-anak untuk tidak belajar sampai tayangan sinetron tersebut selesai. Hal tersebut menjadi dilema tersendiri bagi keluarga, terlebih pula jika orangtua atau anggota keluarga yang lain menggemari dan menonton tayangan sinetron tersebut. Sejatinya, tayangan sinetron atau tayangan televisi lainnya menjadi penghibur dan sekaligus dapat menambah wawasan atau edukasi bagi semua pemirsa, tidak terkecuali anak-anak. Namun, kondisi geografis dan perbedaan waktu yang tidak sama di Indonesia menyebabkan hal yang sulit dihindari adanya jam tayang yang berbeda antar  daerah. Peran orangtua atau keluarga menjadi ‘filter’ bagi anak-anaknya terhadap berbagai tayangan televisi, khususnya sinetron, mutlak diperlukan agar kondisi dan situasi belajar anak  tidak terpengaruh dengan maraknya tayangan televisi tersebut, khususnya pada jam anak-anak harus belajar di rumah.

Peran keluarga dalam mendukung pendidikan anak selama ini melalui penciptaaan lingkungan belajar yang kondusif di rumah, khususnya saat jam belajar di rumah. Proses pendidikan atau pembelajaran di sekolah sangat terbatas oleh waktu belajar, sedangkan  anak lebih banyak berada dalam lingkungan keluarga di bandingkan dengan sekolah. Kegiatan pembelajaran di sekolah mungkin hanya 5-6 jam sehari, sedangkan 18-19 jam berada di rumah. Lingkungan keluarga yang harmonis sungguh sangat diperlukan agar anak dapat belajar kembali di rumah dengan tenang dan menyenangkan. Kehidupan keluarga yang harmonis merupakan prasyarat  yang menentukan kenyamanan dan ketenangan anak  belajar di rumah, terlebih jika orangtua secara langsung mendampingi dan membimbing anak dalam belajar di rumah. Pengaturan dan penjadwalan belajar di rumah harusnya disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang mendukung anak tenang dan nyaman belajar di rumah. Dengan mengoptimalkan peran orangtua atau keluarga dalam pendidikan anak diharapkan dapat meluruskan kembali pandangan yang kurang tepat  bahwa peran keluarga adalah sekunder, alias hanya menjadi pelengkap saja karena  pengetahuan formal sudah mereka dapatkan di bangku sekolah.

Sekolah dan keluarga memerlukan bahan referensi dan insprirasi dari berbagai sumber, khususnya siaran televisi. Memang sudah banyak program dan tayangan televisi yang memberikan pengetahuan, wawasan, dan inspirasi bagi pendidikan anak di sekolah dan keluarga.  Namun permasalahnnya, terkadang banyak program dan tayangan televisi yang dapat memberikan dampak positif bagi pendidikan  terbentur pada jam tayang, durasi, dan intensitas atau frekwensi tayangannya sehingga tidak dapat dilihat oleh peserta didik, orangtua, dan guru.  Perlu banyak pihak yang urun renbug untuk memberikan masukan dan saran agar program dan tayangan televisi yang positif, mendidik, dan inspiratif dapat tepat dilihat oleh pemirsanya dari kalangan anak-anak, orangtua, dan guru sehingga akan lebih bermanfaat. Semoga.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

    Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulilahi rabbil alamin, puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa,…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut anda pelayanan di UPTD SMP Negeri 1 Bajuin?

LIHAT HASIL

Statistik Pengunjung