Website Resmi UPTD SMPN 1 BAJUIN

Desa Tanjung Blok IIIA - Bajuin - Tanah Laut - Kalimantan Selatan

"Berilmu, Berakhlak Mulia, Berwawasan Lingkungan, dan Terampil Berlandaskan Iman & Takwa"

GURU MENULIS, SISWA TERINSPIRASI UNTUK RAJIN MEMBACA

Kamis, 07 Desember 2017 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 687 Kali

Budaya menulis yang seharusnya menjadi bagian dari kehidupan guru yang profesional karena  setiap hari guru menemukan berbagai kejadian dan permasalahan dalam kegiatan profesionalnya, yaitu mendidik dan mengajar. Ada seribu satu macam kejadian dan masalah yang ditemukan dalam proses pendidikan di sekolah, termasuk di kelas. Kejadian dan masalah itu ada yang berkaitan dengan siswa, materi pelajaran, metode, media, evaluasi, dan sebagainya. Semua itu dapat  menjadi bahan yang aktual dan faktual yang ditemui guru dimanapun ia bertugas sebagai guru, apakah di sekolah yang maju dan lengkap sarana dan prasarana , atau di sekolah yang ‘terkebelakang’ dengan sarana dan prasarana yang sangat terbatas dan serba kekurangan. Dengan demikian, kejadian dan masalah yang terjadi di dalam ruang lingkup pekerjaan atau profesi sebagai guru tersebut menjadi sumber informasi dan bahan yang sangat berharga dan bermanfaat ditangan  guru yang kreatif dan profesional  untuk  dituangkan dalam karya ilmiah, baik namanya  PTK (penelitian tindakan kelas) PTS (penelitian tindakan sekolah) ,artikel, dan sebagainya.

Lemahnya budaya menulis tidak terlepas pula dari pola, atau budaya dan  kebiasaan guru mengajar sehari-hari. Guru yang kokoh memegang paradigma  sebagai ‘harat’ di depan kelas yang dengan metode “ceramah-melulu’ dalam setiap kegiatan pembelajaran sangat kuat berakar dalam kehidupannya, sehingga  untuk mencatat dipapan tulis diserahkan kepada siswa  dengan metode “CBSA: catat buku sampai abis”.  Apa yang dilakukan oleh guru dengan motede “ceramah-melulu” dan “CBSA: catat buku sampai abis” tentunya sangat tidak sesuai dengan paradigma pembelajaran yang modern. Paradigma pembelajaran yang modern pembelajaran berpusat pada siswa, bukan pada guru.  Dari sinilah bagi para guru yang profesional menuangkan ide, gagasan, dan pemikirannya untuk memberikan pembelajaran terbaik kepada siswa dengan menerapkan dalam pembelajaran dengan  berbagai metode pembelajaran yang variatif, kreatif dan  inovatif dan kemudian  menuangkannya dalam bentuk karya ilmiah , baik itu berupa PTK, artikel, dan sebagainya.

Dalam suatu data yang dikutip Amich Alhumami (2008) menyebutkan bahwa berdasarkan Thomson Scientifics Web of Scien yang menghimpun sekitar 8.700 jurnal, monograf dan proceding conference, Indonesia berada di bawah Turki, Mesir, Iran, Arab Saudi, Malaysia, Moroko, Nigeria, Pakistan, Yordania, Kuwait, dan Lebanon. Indonesia masih berada di bawah negara –negara berkembang tersebut dalam hal kreativitas menulis. Hal ini menunjukkan betapa rendahnya posisi Indonesia dalam menyumbangkan gagasan, ide,pemikiran, dan sebagainya melalui buku atau tulisan pada level internasional. Semua ini juga tidak terlepas dari rendahnya kesadaran menulis di kalangan guru dan  juga dosen.

Guru masih terpaku  dengan tugas mengajarnya dan  hanya mencukupkan diri sebagai konsumen dan pembagi ilmu pengetahuan kepada siswanya, tanpa berpikir bagaimana ‘memproduksi’ ilmu pengetahuan itu sendiri melalui ide dan gagasan inovatif dan kreatifitasnya. Kemampuan guru menulis untuk menuangkan dan memproduksi ilmu pengetahuan sejatinya sangat terbuka lebar dan peluang menjadi penulis yang kreatif juga sangat memungkinkan. Kreativitas dan kemampuan yang ada dalam diri seorang guru bukan hanya disampaikan  dan dipompakan kepada siswanya saja tetapi juga harus diimplementasi oleh guru tersebut dalam bentuk karya tulis yang nyata dan orisinil.

Mengutip suatu pepatah yang berbunyi “ Segala sesuatu  musnah kecuali perkataan yang tertulis”, maka tentunya budaya menulis perlu ditumbuhkan di kalangan guru agar apa yang dimiliki dan diajarkannya menjadi sesuatu yang ‘abadi’  dan bermanfaat bagi orang lain kelak dikemudian hari. Hal ini sesuai dengan perkataan Imam Ja.far ash-Shadiq yang dikutip  dalam buku Jamal Ma,mur Asmani, yaitu”  Ikatlah ilmu dengan menuliskannya”. Menulis sebagai bentuk ekspresi diri dan profesionalisme guru sangat diperlukan agar pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh guru dapat dipelajari dan diimplementasikan oleh guru-guru yang lain, sekecil apapun karya yang dituangkan ke dalam tulisan tersebut.

Peraturan Menteri  Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional  Guru dan Angka Kreditnya  mengisyaratkan  secara jelas perlunya guru membuat karya tulis ilmiah untuk kenaikan pangkatnya. Hal ini memberikan petunjuk yang jelas bahwa secara formal ada ketentuan yang mengikat guru untuk menulis, khususnya karya tulis ilmiah seperti Penelitian Tindakan Kelas (PTS) ,artikel, dan sebagainya. Kesadaran dan kemauan guru untuk menuangkan berbagai ide, gagasan, dan segala pemikirannya menjadi kata kunci lahirnya budaya menulis di kalangan guru. Peraturan dan ketentuan yang mewajibkan guru menulis karya tulis untuk memenuhi persyaratan kenaikan pangkat bagi guru PNS diharapkan mampu menyadarkan dan membangkitkan keinginan kuat bagi guru untuk menulis. Tetapi peraturan dan ketentuan tersebut tidak cukup kuat untuk membangkitkan kesadaran dan kemauan guru untuk menulis karya ilmiah apabila dari dalam diri guru itu sendiri tidak memiliki kesadaran dan kemauan yang kuat.

Sosok guru merupakan figur pribadi yang semestinya dapat menginspirasi dan memotivasi siswa dalam banyak hal positif, salah satunya minat baca siswanya. Ketika guru memberikan contoh perilakunya gemar menulis, maka siswanya aka nada yang terinspirasi untuk mengikuti jejak gurunya menulis pula. Beranjak dari hal tersebut sang guru memberikan motivasi kepada siswanya untuk lebih banyak lagi membaca, baik buku, majalah, Koran, dan sumber informasi lainnya. Kondisi ini penulis alami sendiri dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Pengungkapan pengalaman pribadi ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran bagaimana persepsi siswa terhadap guru. Maka pandai-pandailah guru membawa diri untuk dapat menginspirasi dan memotivasi dalam menggemakan minat baca dan kemudian menulis kembali yang dibacanya tersebut.

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

    Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulilahi rabbil alamin, puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa,…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut anda pelayanan di UPTD SMP Negeri 1 Bajuin?

LIHAT HASIL

Statistik Pengunjung