Website Resmi UPTD SMPN 1 BAJUIN

Desa Tanjung Blok IIIA - Bajuin - Tanah Laut - Kalimantan Selatan

"Berilmu, Berakhlak Mulia, Berwawasan Lingkungan, dan Terampil Berlandaskan Iman & Takwa"

BALUGU, PERMAINAN RAKYAT URANG BANJAR

Kamis, 13 Juni 2019 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 1549 Kali

Setiap daerah di Nusantara tercinta ini pasti memiliki permainan rakyatnya masing-masing, atau permainan tradisional yang merakyat. Demikian pula dengan suku Banjar atau urang banua yang berada di Kalimantan Selatan. Salah satu bentuk permainan rakyat atau tradisional yang masih ada dan banyak diminati masyarakat adalah permainan balugu. Mungkin di daerah lain ada yang serupa dengan permainan balugu ini tetapi nama atau sebutannya berbeda, khususnya yang masih dalam rumpun Melayu.

Penulis semasa  kecil dulu sering bermain balugu ini bersama dengan teman sepermainan kala itu, karena permainan ini harus dimainkan minimal oleh 2 (dua) orang. Semakin banyak yang ikut dalam  permainan balugu ini, maka semakin seru permainannya. Pada waktu itu, penulis membuat sendiri lugu yang akan digunakan. Lugu dibuat dari batok atau tempurung kelapa yang yang relatif tebal, kokoh,  dan lebar. Tempurung kelapa tersebut dibentuk dengan menggunakan pisau atau parang secara perlahan agar bentuknya sesuai dengan keinginan, yaitu seperti tameng segilima yang berukuran panjang sekitar 5 cm dan lebar 3-4 cm.

Dalam permainan balugu ini diperlukan alat pelempar berupa sebilah bambu dengan ukuran panjang 40 cm yang dilancipkan pada bagian bawahnya. Pemilihan bambu sebagai pelempar lugu ini, karena bambu tersebut relatif kuat dan lentur saat digunakan untuk melemparkan atau mendorong  lugu ke depan. Adapun aturan permainannya, jika ada tim atau kelompok yang kalah dalam penentuan siapa dulu yang main, maka tim atau kelompok tersebut memasang lugu masing-masing pada jalur atau garis yang ditentukan dengan jarak tertentu. Kemudian, tim atau kelompok yang menang memainkan permainan dengan melakukan pelemparan lugu pada titik yang telah ditentukan.

Permainan akan dilakukan oleh tim atau kelompok yang menang dalam penentuan awal permainan jika mampu merobohkan lugu pihak lawan yang terpasang dititik yang di garis dari lapangan permainan balugu. Selanjutnya, peralihan permainan apabila ada tim atau kelompok yang kalah, maka bergantian memasang lugu pada titik yang telah ditentukan. Permainan balugu pada waktu penulis kecil dulu tidak ada model pertandingan, sehingga dalam permainannya disesuaikan dengan kesepakatan kedua tim atau kelompok untuk melanjutkan permainan atau berhenti. Beda dengan permainan balugu dengan model pertandingan, permainan dilakukan dengan sistem poin atau perolehan angka, seperti kompetisi sistem gugur.

Permainan balugu zaman sekarang alias zaman now lebih bersifat kompetitif dengan sistem gugur, serta dengan iming hadiah berupa uang pembinaan. Lapangan permainannya pun sangat berbeda dengan permainan balugu pada masa penulis kecil dulu, yaitu di jalan beraspal yang kondisinya relatif datar atau rata. Kalau dulu, permainan balugu dilakukan di halaman rumah atau sekolah yang masih berupa tanah dengan kondisi datar atau rata, sehingga laju lugu tidak secepat ketika berada di atas aspal yang relatif licin dan mulus. Permianan balugu ini sama dengan permainan rakyat lainnya, yaitu masa atau musim tertentu, sehingga tidak berlanjut sepanjang tahun. Perubahan zaman dan perkembangan IPTEK juga mempengaruhi pola permainan balugu dari masa ke masa.

###1511###

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

    Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulilahi rabbil alamin, puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa,…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut anda pelayanan di UPTD SMP Negeri 1 Bajuin?

LIHAT HASIL

Statistik Pengunjung