Website Resmi UPTD SMPN 1 BAJUIN

Desa Tanjung Blok IIIA - Bajuin - Tanah Laut - Kalimantan Selatan

"Berilmu, Berakhlak Mulia, Berwawasan Lingkungan, dan Terampil Berlandaskan Iman & Takwa"

NASIB MADRASAHKU dan NEGERI KU

Minggu, 03 Maret 2019 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 590 Kali

Membaca berita koran Banjarmasin Post, Jumat, 22 Februari 2019, pada halaman 9 dengan judul “ Syafii Pernah Terperosok Saat Sekolah”, dan subjudul “ Kondisi MIS Musyawarah Sangat Memprihatinkan”, serta “ Rusak Sejak 2010”.  Menurut informasi dari Kepala MIS Musyawarah, Sirajuddin, sebagaimana diberitakan koran ini, membenarkan kondisi memperihatinkan sekolahnya tersebut. Menurutnya keadaan itu bahkan sudah berlangsung sejak 2010 lalu, dan semakin parah sampai saat ini.

Begitulah,  gambaran sekilas  yang penulis baca dari koran Banjarmasin Post mengenai sebuah madrasah ibtidaiyah, setingkat SD, yang berada di jantung Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarmasin. Miris dan ironis membaca berita kabar tentang kondisi sekolah yang meski berada didekat pusat pemerintahan, kota dan provinsi, namun kurang beruntung dan belum mendapat perhatian yang serius dari berbagai pihak, terutama pemerintah.

Lalu, sekitar setahun yang lalu, koran Banjarmasin Post juga memberitakan mengenai kondisi madrasah yang banyak tutup, sebegaimana diberitakan pada Rabu tanggal 28 Pebruari 2018, dengan judul ‘ Rahmawati Tetap Setia Mengajar 15 Murid ’ ,dan sub judul ‘ Belasan Madrasah Tutup Setelah Kemenag Setop Bantuan ’.  Selanjutnya, dipaparkan data tentang madrasah, baik jenjang RA/TA  maupun Ibtidaiyah /SD,  yang telah tutup dalam tahun 2016 dan 2017. Pada tahun 2016  ada 2 madrasah yang tutup, sedangkan pada tahun 2017 ada 12 madrasah. 

Terasa miris dan sedih hati penulis,  saat membaca berita dan memperhatikan data yang disajikan oleh redaksi koran ini. Bagaimana tidak? Kemajuan ilmu (Islam) dan peradaban masyarakat banua tampaknya mulai menurun, seiring dengan makin berkurangnya jumlah madrasah yang lambat laun akan punah. Terlebih lagi penulis pernah menimba ilmu di salah satu madrasah yang dibangun oleh masyarakat pada saat kecil dulu.

Memperhatikan dengan kondisi yang sangat tidak kondusif dan refresentatif, perjuangan ikhlas para guru untuk memajukan dan mencerdaskan anak bangsa yang sangat memerlukan pendidikan, khususnya pendidikan agama (Islam).  Ironisnya, bahwa madrasah ini berada di jantung kota,  dan bahkan Banjarmasin ini merupakan Ibukota Kalimantan Selatan, bukan berada di daearh pedalaman atau pesisir yang jauh terpencil, terisolir, pedalaman, dan sebagainya.

Madrasah merupakan lembaga pendidikan yang bertujuan melahirkan bibit ulama, tokoh agama, penerus dan penyebar ajaran Islam yang dihormati di masyarakat. Lulusan madrasah dianggap memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan orang awam dalam bidang penguasaan ilmu agama Islam, sehingga mereka ditokoh dan dihormati di masyarakat. Kegiatan atau aktivitas keagamaan Islam di masyarakat sangat tergantung pada santri atau alumni madrasah yang ada di masyarakat tersebut..

Sekolah atau madrasah pada hakikatnya sama saja peran dan fungsinya, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Dalam praktiknya sehari-hari, sekolah lebih fokus pada pembelajaran yang bersifat umum, sedangkan madrasah pembelajaran yang bersifat agamis (Islam). Sekolah secara struktural dibina oleh dinas pendidikan (pemerintah daerah/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), sedangkan madrasah oleh Kementerian Agama.

Lalu, jika kondisi bangunan  madrasah  rusak berat seperti yang diberitakan oleh koran Banjarmasin Post, siapakah yang bertanggung jawab untuk.membantunya? Apakah keberadaan madrasah ibtidaiyah yang berstatus swasta akan pelan-pelan namun pasti, akan terus bertahan dengan kondisi yang seadanya, dan akhirnya bubar seiring dengan muridnya yang tidak ada. Tidak adakah solusi yang terbaik untuk membantu madrasah tersebut agar tetap eksis dalam membantu mencerdaskan anak bangsa ini?

Kita semua berharap,  jangan sampai negeri kita tercinta ini,  kehilangan jatidirinya  sebagai masyarakat religius, karena makin berkurangnya madrasah-madrasah yang turut andil dalam melahirkan tokoh agama, dan bahkan tokoh bangsa. Madrasah yangmenumbuhkan semangat nasionalisme pada zaman penajajahan dan perjuangan dulu.  Lalu, sekarang apakah kita tidak peduli dan membiarkan madrasah tersebut hilang  ditelan masa?  

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

    Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulilahi rabbil alamin, puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa,…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut anda pelayanan di UPTD SMP Negeri 1 Bajuin?

LIHAT HASIL

Statistik Pengunjung