
UNBK , KESIAPAN SARANA DAN MENTAL SISWA
Membaca koran Banjarmasin Post, Jumat, 25 Januari 2019, pada halaman 9 dengan judul “ Vera Masih Gugup Pegang Mouse” , dan subjudul “ SMPN 2 Alalah Gelar Simulasi UNBK”. Menurut berita koran ini, ruang laboratorium SMPN 2 Alalak Kebupaten Batola dipadati puluhan siswa kelas 9, Kamis (14/1). Mereka mengikuti simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) yang diawasi langsung Kepala SMPN 2 Alalak, Widodo.
Dipandu instruktur komputer laboratorium, siswa SMPN 2 kelas 9 Alalak tersebut diberi penjelasan cara mengerjakan soal simulasi ujian UNBK dengan waktu yang telah ditentukan dan pengetahuan teknis lainnya. “ Saya masih gugup pegang mouse, karena seperti mengerjakan UNBK benaran. Alhamdulillah ada simulasi sehingga lebih siap” ujar Vera Dea Amelia (14).
Berita tentang siswa yang merasa gugup menghadapi UNBK juga pernah diberitakan oleh koran Banjarmasin Post ini pada Minggu, 7 Pebruari 2016 tentang kesiapan siswa menghadapi UNBK, dimana ada siswa peserta UN yang akan mengikuti ujian yang berbasis komputer merasa gugup.
Simulasi UNBK merupakan upaya untuk memberikan gambaran yang lebih nyata tentang pelaksanaan UNBK nantinya yang akan diikuti oleh siswa kelas terakhir, baik kelas IX SMP/MTs maupun XII SMA/SMK/MA. Dengan adanya simulasi UNBK tersebut diharapkan siswa yang akan mengikuti ujian nasional dapat memahami proses dan tata cara pelaksanaan UNBK, sehingga mereka lebih siap dalam menghadapi kondisi yang sebenarnya. Seperti diberikan oleh koran di atas, bahwa masih ada perasaan gugup yang dialami oleh siswa, meski hanya kegiatan simulasi semata.
Perasaan gugup merupakan kondisi mental yang pada umumnya dialami oleh setiap orang dalam menghadapi sesuatu yang baru dan menegangkan, seperti mengikuti UNBK tersebut. Terlebih bagi siswa peserta UNBK, dimana selama ini belum pernah memegang mouse dan mengoperasionalkan komputer atau laptop. Bagi siswa yang sering menggunakan kompeter atau laptop saja, dapat merasa gugup ketika mengikuti UNBK, apalagi yang tidak pernah atau jarang menggunakan komputera atau laptop.
Kondisi lingkungan saat mengikuti UNBK juga patut diperhatikan untuk menjaga stabilitas mental peserta, seperti masalah pasokan listrik. Menurut berita koran Banjarmasin Post pada Selasa,10 April 2018 yang, dengan judul berita di halaman 17 ‘ Siswa SMAN 6 Mendadak Hesteris’, dan subjudul “ Dua Kali Mati Lampu Saat UNBK”. Dalam berita koran Banjamasin Post tersebut, bahwa ratusan siswa SMAN 6 Banjarmasin saat mengerjakan UNBK pada Senin, 9 April 2018, sempat bingung dan pasrah. Pasalnya saat mengerjakan ujian nasional berbasis komputer atau UNBK secara tiba-tiba listrik mendadak padam, sehingga membuat kalang kabut peserta dan panitia. Akhirnya, ratusan peserta UNBK pun gaduh sambil berteriak-teriak.
Ada banyak faktor yang menyebabkan siswa peserta UNBK gugup, atau bahkan sampai hesteris saat mengerjakan soal ujian, seperti adanya pemadaman listrik tiba-tiba dan sebagainya. Kondisi-kondisi internal dan eksternal yang dapat mengganggu mental dan konsentrasi pserta UNBK diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin, agar peserta dapat mengerjakan soal ujian dengan baik dan membuahkan hasil yang terbaik pula. Semoga.