
UNBK dan KREATIVITAS SEKOLAH
Menarik membaca berita koran Banjarmasin Post, Minggu, 27 Januari 2019, pada halaman 2 dengan judul “ Simulasi UNBK Pakai Handphone” . Menurut berita koran ini, keseriusan menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dilakukan pihak sekolah agar berjalan lancar dan hasilnya sesuai harapan. Termasuk yang dilakukan oleh SMPN 35 Banjarmasin, selain membentuk panitia, juga menyiapkan perangkat komputer.
Wakil Kepala SMPN 35 Banjarmasin, Didi Ahmadi, mengatakan, 72 siswa kelas IX yang akan menjadi peserta UNBK telah diberi pembinaan khusus. Bahkan sistem yang digunakan pun menggunakan tekhnologi modern. “ Siswa menggunakan gadget saat belajar. Jadi mereka akan membuka satu aplikasi pembelajaran dimana melalui aplikasi itu guru bisa menjadi admin dan menyebaran soal kepada siswa yang menjadi peserta” jelasnya.
Kreativitas sekolah terbuka lebar dalam upaya persiapan sekolah menghadapi UNBK, seperti yang dilakukan oleh SMPN 35 Banjarmasin sebagaimana ditulis beritanya dalam koran di atas. Persiapan yang dilakukan sekolah tersebut terbilang kreatif dengan memanfaatkan gadget yang sangat marak dan familiar dengan kalangan siswa itu sendiri. Pemanfaatan gadget dalam mensosialisikan UNBK kepada siswa yang akan mengikuti ujian nasional tersebut merupakan upaya yang tepat dengan melihat kondisi yang berkembang saat ini.
Ada sisi positif yang dapat dimanfaatkan sekolah dari diperbolehkannya membawa gadget ke sekolah, seperti mencari informasi tentang materi pelajaran, selain melakukan simulasi UNBK seperti contoh di atas. Banyak aplikasi yang dapat dimanfaatkan oleh guru atau sekolah untuk membantu proses pembelajaran, sehingga dapat membantu siswa dalam mempelajari dan memahami pelajaran yang disampaikan oleh gurunya.
Penggunaan gadget oleh siswa di sekolah memang masih terjadi pro kontra. Ada sekolah yang membolehkan siswanya membawa dan menggunakan gadget dengan penggunaan terbatas, sedangkan di sekolah lain melarang siswanya membawa gadget ke sekolah. Kondisi yang berbeda ini tentunya merupakan kebijakan pihak sekolah yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi di sekolah masing-masing. Bagi sekolah yang membolehkan siswanya membawa gadget ke sekolah, maka dapat memanfaatkannya untuk kegiatan simulasi UNBK berbasis gadget, seperti yang dilakukan oleh SMPN 35 Banjarmasin.
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sudah sepatutnya dimanfaatkan pula oleh guru atau sekolah dalam upaya membantu proses pembelajaran dan kegiatan sekolah lainnya, seperti simulasi UNBK. Tidak ada salahnya guru dan sekolah memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi bagi pembelajaran dan kemajuan sekolah, sehingga sisi positif teknologi informasi dan komunikasi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Semoga.