Website Resmi UPTD SMPN 1 BAJUIN

Desa Tanjung Blok IIIA - Bajuin - Tanah Laut - Kalimantan Selatan

"Berilmu, Berakhlak Mulia, Berwawasan Lingkungan, dan Terampil Berlandaskan Iman & Takwa"

KARYA INOVASI : BIMBINGAN TEKNIS PENULISAN SOAL MODEL BmW (Bab II. Kajian Pustaka)

Rabu, 06 Juni 2018 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 588 Kali

Supervisi Akademik

            Kegiatan supervisi merupakan salah satu tugas dan fungsi kepala sekolah. Kegiatan supervisi dilaksanakan dalam rangka membantu guru atau pendidik dan tenaga kependidikan lainnya dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku.  Dengan dilaksanakannya kegiatan supervisi oleh kepala sekolah diharapkan  kegiatan di sekolah dapat berjalan lancar dan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di sekolah.

            Kepala sekolah sebagai supervisor  berkewajiban memberikan bimbingan dan arahan kepada guru di sekolah sehingga  diharapkan kemampuan atau kompetensi mereka  dalam mengelola proses pembelajaran dapat berkembang dengan baik. Dengan arahan dan bimbingan langsung oleh kepala sekolah terhadap guru di sekolahnya diharapkan lebih efektif dan efisien sehingga akan membantu guru dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dalam melaksanakan tugas pokoknya sebagai guru. Hal ini sejalan dengan definisi supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Daresh, dan Glickman, dalam Kemendikbud, 2013:3 ).

Memberikan bimbingan dan arahan kepada guru dalam pendekatan supervisi akademik oleh kepala sekolah lebih bermakna dan bermanfaat langsung bagi guru karena secara struktural kepala sekolah adalah merupakan atasan yang berkewajiban memberikan bimbingan dan arahan agar tugas pokok guru dapat terlaksana dengan baik. Kewajiban tersebut memberikan gambaran bagaimana tanggung jawab kepala sekolah sebagai pemimpin guru di sekolah yang menjadi tanggung jawabnya. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Good Carter ( dalam Sehertian, 2000: 17 ) memberi pengertian bahwa supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas-petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulasi, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru serta merivisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran dan metode serta evaluasi pengajaran.

Kegiatan supervisi akademik yang dilaksanakan oleh kepala sekolah dapat dilaksanakan secara individual, kelompok, atau kombinasi. Kegiatan secara individual dilaksanakan melalui pertemuan langsung,  tatap muka antara kepala sekolah sebagi supervisor dengan guru yang disupervisi sehingga kegiatan ini lebih intensif dan bersifat ’tertutup’. Kegiatan supervisi secara kelompok dilakukan oleh kepala sekolah sebagai supervisor dengan beberapa guru yang disupervisi dengan pembahasan dan penyelesaian  masalah yang bersifat umum. Sedangkan pendekatan supervisi secara kombinasi adalah memadukan pendekatan individu dan kelompok.  Hal tersebut seiring dengan pendapat Amentenbun (2000 : 59 ), menyebutkan bahwa dalam melaksanakan tugas-tugas supervisi pendidikan  terutama dalam proses pendekatan dengan orang –orang yang disupervisi, seorang Supervisor dapat menggunakan (a) tehnik kelompok atau (b) teknik perorangan.  Hal senada juga dikemukakan oleh Sahertian (2000: 44), mengatakan bahwa pendekatan yang digunakan dalam menerapkan supervisi modern didasarkan pada prinsif-prinsif psikologis. Suatu pendekatan atau teknik pemberian supervisi, sangat tergantung  kepada prototype  guru

Dengan demikian hakikat supervisi adalah suatu proses pembimbingan dan pihak atasan kepada guru-guru dan para personalia sekolah lainnya yang langsung menangani belajar para siswa, untuk memperbaiki situasi belajar mengajar, agar para siswa dapat belajar secara efektif dengan prestasi belajar yang semakin meningkat. Sedangkan yang melakukan supervisi disebut supervisor. Istilah pembimbingan mengacu kepada usaha yang bersifat manusiawi yang tidak bersifat otoriter. Yang dimaksud dengan pihak atasan di samping dalam arti hierarki, juga dalam arti kewenangan atau kompetensi dalam bidang yang di supervisi. Memperbaiki situasi bekerja dan belajar secara efektif tergandung makna di dalamnya bekerja dan belajar secara berdisiplin, bertanggung jawab, dan memenuhi akuntabilitas.

 

WhatsApp

Berdasarkan Wikipedia Enksiklopidia Bebas bahwa WhatsApp Messenger atau WhatsApp saja adalah aplikasi pesan untuk smartphone dengan basiK mirip BlackBerry Messenger. WhatsApp Messenger merupakan aplikasi pesan lintas platform yang memungkinkan kita bertukar pesan tanpa biaya SMS, karena WhatsApp Messenger menggunakan paket data internet yang sama untuk email, browsing web, dan lain-lain. Aplikasi WhatsApp Messenger menggunakan koneksi 3G atau WiFi untuk komunikasi data. Dengan menggunakan WhatsApp, kita dapat melakukan obrolan online, berbagi file, bertukar foto dan lain-lain (sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/WhatsApp)

 

###

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

    Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulilahi rabbil alamin, puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa,…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut anda pelayanan di UPTD SMP Negeri 1 Bajuin?

LIHAT HASIL

Statistik Pengunjung