MEMASANG TARGET MENULIS
Target atau harapan yang ingin dicapai dalam waktu dekat, misalnya sebula, atau setahun, memang menjadi keharusan jika kita ini menjadi orang sukses dalam segala bidang, tidak terkecuali dalam menulis. Aktivitas menulis memerlukan kondisi jasmani dan rohani yang baik dan prima agar dalam melaksanakan aktivitas tersebut kita dapat mampu memaksimalkan kemampuan yang kita miliki.
Boleh saja orang beranggapan bahwa menulis itu pekerjaan yang tidak perlu tenaga dan merupakan pekerjaannya orang ‘malas’ dan tidak memiliki pekerjaan tetap. Boleh juga orang beranggapan bahwa menulis itu sebuah pekerjaan ‘sampingan’ atau ‘sambilan’ , hanya untuk mengisi waktu luang dari sisa waktu bekerja yang dilakukan sehari-hari.
Bagi kita yang masih berstatus penulis pemula, mungkin anggapan dan asumsi orang tentang profesi penulis itu ada benarnya. Kita menyadari bahwa aktivitas menulis yang akan, atau baru kita lakukan, dan mau juga akan kita tekuni, mungkin hanya sebatas mengisi waktu luang, mengikuti trend, mengejar angka kredit naik pangkat bagi guru ASN, atau alasan lain yang bersifat ‘menomorsekiankan’ aktivitas menulis.
Memang tidak salah dan itu sah-sah saja jika kita masih menganggap bahwa aktivitas menulis itu bukan sesuatu yang diprioritaskan. Namun, ketika kita sudah berniat bahwa menulis itu menjadi salah satu bagian dari aktivitas keseharian kita, khususnya profesi guru atau praktisi pendidikan yang lainnya, maka kita harus memasang suatu target dalam rangka aktivitas menulis tersebut. Misalnya, bagi guru atau praktisi pendidikan seperti pengawas, ada target atau sasaran dalam SKP ASN untuk dicapai, maka dapat memasukkan menulis artikel sebagai target atau sasaran dalam SKP tersebut.
Terlepas dari sasaran atau target untuk kepentingan kedinasan atau bersifat formalitas, maka sebagai penulis pemula, guru atau praktisi pendidikan, harus dapat memasang target bahwa dalam jangka waktu sekian mampu menghasil sejumlah tulisan, baik itu berupa artikel, puisi, cerpen, dan bahkan naskah buku. Target ini sebenarnya hanya sebagai pemicu dan pendorong motivasi dan semangat kita untuk menulis.
Namun demikian, setiap kita memiliki pilihan dan keputusan masing-masing dalam menentukan target menulis, apakah target itu dicatat atau ditulis di buku atau dipajang pada tempat kita beraktivitas, atau hanya ditanamkan dalam hati dengan sungguh-sungguh. Semua itu diserahkan pada kepentingan dan kemampuan masing-masing kita. Intinya, kita hendaknya memasang target dalam jangka waktu sekian untuk mewujudkan sebuah impian dan harapan kita dalam aktivitas menulis.
****