
MENULIS JUDUL ARTIKEL
Artikel atau feature, adalah tulisan kreatif, inovatif, informatif, yang kadang-kadang subjektif terutama dimaksudkan untuk membuat senang pembaca, memberi informasi tentang suatu kejadian, keadaan, menawarkan alternatif solusi masalah yang sedang hangat dibicarakan, atau cerita sisi lain aspek kehidupan manusia human interest. (Seandainya saya wartawan Tempo, 1997, h.9)
Menurut penulis, menulis sebuah artikel, opini, atau essay dapat dilakukan oleh banyak orang, terlebih seorang guru. Dalam menulis artikel diawali dengan penulisan judul. Judul menjadi penarik minat pembaca untuk membaca isi artikel yang ditulis. Oleh sebab itu, dalam menulis judul perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : Pertama. Singkat dan padat. Dalam menulis judul harus memperhatikan jumlah kata yang dipakai untuk judul. Pemilihan kata yang tepat pada judul artikel sangat penting. Judul artikel harusnya dengan kata yang singkat, padat, dan berisi. Setidaknya jumlah kata dalam kalimat judul tidak lebih dari 6 karakter kata. Judul artikel yang singkat dengan jumlah karakter kata yang sedikit pada koran sangat diharapkan, karena tidak memerlukan banyak tempat atau kolom koran.
Kedua. Membuat panasaran pembaca. Judul artikel diharapkan dapat membuat pembaca penasaran untuk membaca isinya lebih lanjut. Judul artikel menjadi daya tarik dan keinginan pembaca untuk membaca lebih jauh isi artikel. Menarik atau tidaknya sebauah artikel, khususnya pada koran, salah satunya ditentukan oleh judul yang ditampilkan, karena pembaca koran membaca artikel bukan pilihan utamanya saat membaca koran.
Ketiga. Judul intisari artikel. Ketika menulis sebuah artikel, pemilihan judul harus diperhatikan dengan seksama, karena judul dapat menjadi intisari atau pokok utama tulisan artikel yang kita tulis. Kesimpulan dalam tulisan artikel memang ada, tetapi judul dapat menjadi intisari dari kesimpulan artikel yang kita tulis.
Dalam penulisan judul, dapat juga menggunakan singkatan yang telah dikenal banyak orang seperti NKRI, UU, dan sebagainya, namun demikian dimungkinkan pula menulis singkatan yang belum dikenal orang banyak. Terkait dengan penulisan judul artikel yang berupa singkatan yang belum banyak dikenal orang, maka penulis harus menguraikan singkatan itu dalam arikelnya. Jangan sampai hanya penulis saja yang mengetahui kepanjangan singkatan tersebut, sementara pembaca kebingungan memahami singkatan tersebut.
Demikian pula dalam beberapa judul artikel, kita dibolehkan juga menggunakan kata seru, tanda tanya, tanda kurung, dan sebagainya yang memberikan nuansa berbeda dari kebiasaan judul yang umum. Berikut ini penulis berikan contoh judul artikel yang telah terbit pada koran lokal Kalimantan Selatan, antara lain : (1). UN yang (Selalu) Fenomenal (koran Banjarmasin Post, 16 Mei 2015), (2) Ketika PR (Masih) Menjadi Alasan ( koran Radar Banjarmasin, 4 Desember 2016), (3) UNBK dan Problematikanya (koran Radar Banjarmasin, 17 Januari 2017), (4) UN, MBS, dan Mutu Sekolah (koran Radar Banjarmasin, 5 April 2017), dan (5) Merevitalisasi (Kembali) Pendidikan Karakter di Era Digital (koran Radar Banjarmasin, 17 Mei 2017).
Persoalannya, apakah judul ditulis terlebih dahulu sebelum isi artikel, atau setelah isi artikelnya selesai ditulis ? Persoalan menulis judul mau sebelum atau sesudah isi artikel, maka hal tersebut tergantung dengan penulis sendiri. Ada yang terbiasa menulis judul disaat sebelum menulis isi artikel, tetapi tidak sedikit penulis yang menuliskan judulnya setelah isi artikel selesai.
Masih terkait dengan penulisan judul artikel, maka seharusnya penulisan judul harus sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia, tidak menyinggung SARA (suku, agama, rasa, dan antargolongan) yang dapat mengakibatkan konflik, dan bersifat informatif.
****