Website Resmi UPTD SMPN 1 BAJUIN

Desa Tanjung Blok IIIA - Bajuin - Tanah Laut - Kalimantan Selatan

"Berilmu, Berakhlak Mulia, Berwawasan Lingkungan, dan Terampil Berlandaskan Iman & Takwa"

GURU DAN GERAKAN LITERASI

Jum'at, 09 Maret 2018 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 620 Kali

Sejatinya kegiatan menulis tidak dapat dilepaskan dari profesi seorang guru, karena menulis merupakan salah satu cara guru mengembangkan profesinya agar terus terjaga dan meningkat, terlebih diera digital sekarang. Guru sudah atau bahkan setiap hari memberikan pelajaran kepada anak didiknya untuk menulis. Hal itu  sudah menjadi hal yang lumrah dan mudah dilakukan oleh guru. Lalu, mengapa ketika guru itu sendiri disuruh menulis, ia mengeluh dan mengatakan tidak dapat menulis?.  Sudah sepatutnya, guru menjadi motivator dan contoh bagi anak didiknya dalam hal menulis. Guru dapat  menulis apa saja  tentang profesinya sebagai guru dan dunia pendidikan. Permasalahannya, tergantung pada kemauan guru , dan kapan mengawali menulis itu sendiri.

Ada banyak objek dan permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam profesi guru. Dunia pendidikan merupakan dunia yang sangat kompleks dan dinamis. Perkembangan  teknologi informasi dan komunikasi diera globalisasi sekarang ini juga memberikan andil yang tidak sedikit bagi dunia pendidikan.  Guru sebagai agen pembaharuan  harus mengikuti proses perkembangan tersebut, sehingga tidak ketinggalan informasi dan gagap  teknologi.

Menulis dan profesi guru adalah dua hal yang harusnya sejalan dan  mampu saling mendukung. Misalnya, permasalahan guru dalam pembelajaran di kelas dapat menjadi sumber inspirasi untuk ditulis dalam bentuk tulisan atua karya tulis ilmiah seperti  laporan penelitian tindakan kelas (PTK) , paparan hasil inovasi pembelajaran (Inobel), makalah  best praktice, dan sebagainya. Dengan menulis, guru dapat memberikan solusi bagaimana memecahkan permasalahan dalam pembelajaran dari persepsi dirinya, dan tulisan tersebut menjadi bukti outentik dan bermanfaat bagi guru itu sendiri maupun pihak lain. Dengan menulis, guru telah menyumbangkan pengetahuan dan pengalamannya bagi khazanah dunia pendidikan.

Memulai menulis dari yang terdekat dengan kegiatan profesi guru dan dunia pendidikan. Menulis tentang cara menghadapi anak didik yang ‘nakal’, cara menyajikan materi pelajaran yang dianggap ‘sulit’, atau penggunaan media pembelajaran yang sederhana, dan sebagainya. Kuncinya,  menulis itu adalah kemauan. Kemauan untuk maju, kemauan untuk mencari ilmu pengetahun baru atau pengalaman baru, dan tentunya yang penting adalah kemauan untuk menulis. Mulai yang mudah, terdekat, dan sesuai profesi.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

    Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulilahi rabbil alamin, puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa,…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut anda pelayanan di UPTD SMP Negeri 1 Bajuin?

LIHAT HASIL

Statistik Pengunjung