
CATATAN MENGHADARI SILATURRAHMI DAN SEMINAR PENDIDIKAN.
Penulis selaku Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah atau MKKS UPTD SMP Kabupaten Tanah Laut bersama Ketua, Agus Darmadi, M.Pd, Bendahara, Ahmad Rifa;i, S.Pd, dan Bagian Hubungan Masyarakat, Bustanul Arifin, S.Pd, M.M menghadiri undangan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, pada Rabu tanggal 20 Februari 2019, di Gedung DR. K.H, Idham Khalid Komplek Perkantoran Setda Provkalsel Banjarbaru.
Pada awalnya, penulis bersama dengan Agus Darmadi, M.Pd dan Ahmad Rifa’i, S.Pd berangkat bersama dari Pelaihari sekitar pukul 08.15 WIT, sedangkan Bustanul Arifin, S.Pd, M.M , dijemput di sekolahnya, UPTD SMP Negeri 2 Bati-Bati, karena letaknya berada di jalan yang akan kami lewati menuju Banjarbaru. Kemudian, setelah lengkap berempat, penulis yang mengemudi mobil meluncur menuju tempat kegiatan, sekitar 10 km dari UPTD SMP Negeri 2 Bati-Bati.
Sesampai di tempat tujuan sekitar pukul 09.15 WIT, Gedung Gedung DR. K.H, Idham Khalid Komplek Perkantoran Setda Provkalsel Banjarbaru, yang berada di belakang Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, undangan dari berbagai daerah kabupaten/kota se Kalimantan Selatan hampir semuanya sudah datang, karena menurut undangannya kegiatan dimulai pukul 08.00. WIT. Seisi gedung yang mampu menampung hampir seribu orang sudah penuh, hanya tinggal sedikit yang terlihat kosong. Kami berempat mendapat tempat di dalam gedung setelah dibantu oleh petugas yang mencarikan dan menunjukkan kursi yang masih kosong.
Akhirnya, penulis dan rekan pengurus lainnya dapat tempat duduk, namun kami saling terpisah satu sama lain, tidak satu jajar atau berdekatan duduknya. Sesaat penulis duduk dan bersalaman dengan peserta yang datang dan duduk sebelumnya, namun ternyata peserta yang duduk dengan penulis orang sudah kenal sebelumnya, karena berasal dari daerah yang sama, yaitu Kabupaten Tanah Laut. Sambil menunggu acara dimulai, penulis menikmati makanan ringan dan minuman yang disediakan oleh panitia sambil berbincang-bincang dengan peserta yang di samping dan belakang penulis.
Sambil manunggu acara dimulai, penulis mengamati ruangan gedung DR. K.H Idham Khalid yang megah berdiri di belakang Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan. Penulis baru pertama kali ini datang dan masuk ke gedung nan megah ini, meski gedung ini sudah relatif lama berdiri, Berdasarkan pengamatan penulis, di dinding bagian atas gedung terpampang lukisan dan gambar mantan-mantan gubernur yang pernah memimpin Provinsi Kalimantan Selatan selama ini.
Hari semakin siang, namun acara pembukaan tidak ada tanda-tanda akan segera dimulai. Pada pukul 09.15 WIT ada terdengar pengumuman dari panitia, bahwa ada salah seorang dari mantan pengawas sekolah telah meninggal dunia, dan memohon kepada seluruh hadirin yang beragama Islam untuk membacakan surat al Fatihah untuk almarhum. Tanda-tanda upacara pembukaan masih belum terlihat akan segera dilaksanakan, meski waktu sudah mendekati pukul 10.00 WIT
Menjelang pukul 10.00 WIT, terdengar riuh di bagian belakang penulis duduk, dan ternyata orang nomor 1 di Kalimantan Selatan, Bapak Gubernur, Sahbirin Noor, atau yang lebih dikenal masyarakat dengan Paman Birin, sudah memasuki ruang aula gedung DR. K.H Idham Khalid Komplek Perkantoran Setda Provkalsel Banjarbaru. Dengan adanya kehadiran Gubernur Kalimantan Selatan, maka upacara pembukaan kegiatan pun segara dilaksanakan.
Pada Rabu, 20 Februari 2019, pukul 10.00 WIT upacara Pembukaan Silaturrahmi dan Seminar Pendidikan dimulai dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan tarian Radap Rahayu oleh penari dari siswa. Hadir dalam kegiatan ini para rektor perguruan tinggi se Kalimantan Selatan dan para pejabat lainnya. Kemudian, dilanjutkan laporan dari Ketua PGRI Kalimantan Selatan; yang antara lain menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur, Sekretaris Daerah, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan.
Selanjutnya, sambutan dan arahan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor; yang antara lain menyampaikan terima kasih kepada para guru yang hadir; menyatakan setuju dengan pernyataan Ketua PGRI Kalsel bahwa “ Gubernur itu gubernurnya para guru, dan guru itu adalah gurunya Gubernur”. Gubernur juga menyanyikan lagu “Hymne Guru” disela arahannya dengan syahdu yang juga diiringi oleh seluruh hadirin; menyatakan guru itu adalah ‘pejuang’ dan menyatakan bahwa beliau dapat berdiri di mimbar ini karena adanya berkat jasa guru; meminta kepada Sekretaris Daerah Kaliman Selatan agar memberikan perhatian yang tinggi terhadap dunia pendidikan dalam upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia.
Gubernur juga berpesan agar guru tetap bersemangat dalam melaksanakan tugasnya dimana pun berada, agar anak didiknya menjadi cerdas, beretika, dan memiliki keimanan yang kuat; menceritakan tentang kisah kehidupan beliau semasa masih kecil yang cukup memprihatinkan, namun berkat sentuhan guru, maka beliau dapat mencapai kondisi seperti hari ini. Kemudian, pada akhir sambutan beliau menyampaikan doa agar semua guru kelak masuk syurga, dan tentunya juga dengan beliau.
Pada bagian akhir sambutannya, Gubernur memberikan hadiah umrah kepada 4 (empat) guru yang berhasil menjawab pertanyaan beliau. Dengan membaca ‘basmalah’ Gubernur membuka secara resmi kegiatan Silaturrahmi PGRI dan Seminar Pendidikan pada pukul 11.00 WIT. Kegiatan selanjutnya istirahat dan akan dilanjutkan dengan seminar.